tentang kami

Sejarah

Vox Populi Institute Indonesia diambil dari kata Vox yang berarti suara dan Populi yang berarti umat (rakyat). Vox Point Indonesia hadir untuk menyuarakan suara umat atau rakyat. Kemudian kata Institute bermaksud agar Vox Point Indonesia menjadi wadah pergerakan dan pengkaderan, pemberdayaan dan kajian sosial politik dan kemasyarakatan bagi umat Katolik. Vox Point Indonesia hadir didasari keprihatinan dan kegelisahan umat Katolik akan situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Apalagi minimnya keterlibatan umat Katolik di kancah politik nasional. Atas dasar itu para pendiri yang berjumlah 27 orang meresmikan Vox Point Indonesia di Grand Central Restaurant, Jakarta Selatan, 12 Maret 2016. Di tempat inilah, para Inisiator merintis sebuah wadah khusus untuk pendidikan kader-kader katolik yang siap tempur dalam kerasulan sosial politik. 

Sesuai taglinenya, Vox Point Indonesia berkarya untuk mengembangkan nilai- nilai kebangsaan. Vox Point Indonesia ingin agar umat Katolik terlibat aktif menjaga kedalautan bangsa. Agar tetap mempertahankan 4 konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dalam perjalanannya, Vox Point Indonesia mendorong awam Katolik agar lebih aktif berkiprah dalam percaturan politik Tanah Air. Menggerakkan para awam Katolik untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi kepada Gereja dan Bangsa Indonesia berupa sumber daya manusia yang kompoten dan berintergritas untuk memberikan konsep dan pandangan yang mendorong politik yang bermartabat untuk Indonesia maju. Vox Point Indonesia selalu mengedepankan politik kebangsaan. Karena bagi Vox Point Indonesia, politik berbicara masa depan bangsa. Bicara suara rakyat untuk kehidupan bangsa yang lebih baik.

Latar Belakang Pembentukan

  1. Menyadari akan kurangnya awam Katolik yang terlibat di bidang Sosial Politik Kemasyarakatan dan kegiatan di Organisasi Kenegaraan.
  2. Memandang perlu tumbuhnya kesadaran umat Katolik untuk berminat terlibat di bidang Sosial Politik Kemasyarakatan dan Kenegaraan.
  3. Menjawab tantangan ke depan di bidang Sosial Politik Kemasyarakatan dan Kenegaraan yang membutuhkan regenerasi kepemimpinan nasional.
  4. Perlunya keterlibatan umat Katolik secara aktif dalam mewujudkan kehidupan nasional yang lebih baik.

Tujuan Organisasi

  1. Menyuarakan dan mewujudkan kebenaran dan keadilan.
  2. Mengembangkan Nilai-Nilai Kebangsaan.
  3. Sebagai wadah kajian strategis, Lembaga Kaderisasi dan Edukasi bidang sosial politik, kemasyarakatan dan kenegaraan.

Azas

Nilai-nilai konsensus dasar bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.